LANDURI, BURAU – Ujian Madrasah kembali digelar dan menjadi fase krusial bagi santri di jenjang pendidikan dasar, menengah pertama, hingga menengah atas di lingkungan Pondok Pesantren Al-Furqan Landuri. Selain untuk mengukur capaian akademik, momen ini disoroti secara khusus sebagai tolak ukur integritas dan kejujuran para santri.
Integritas di Atas Nilai Akademik
Dalam arahannya sebelum pelaksanaan ujian, Sekretaris Yayasan Pesantren Al-Furqan Landuri, Sulaiman Saleh Boni, memberikan pesan yang mendalam kepada para peserta ujian tingkat Madrasah Aliyah (MA) bertempat di halaman pesantren pada Senin (6/4).
“Ujian nasional bukan sekadar untuk tahu pengetahuan yang kita peroleh, tapi ujian itu dijadikan sarana untuk tahu kita jujur atau tidak.”
Beliau menekankan bahwa pelaksanaan ujian harus dilandasi dengan ketakwaan, di mana kejujuran adalah bentuk nilai riil yang sesungguhnya di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menghindari Perbuatan Menyontek
Lebih lanjut, Sekretaris Yayasan memberikan penegasan kuat dan mengingatkan agar santri tidak sekali-kali mencoba berbuat curang atau menyontek:
- Bukan Karakter Santri: Berani menyontek sangat tidak layak dilakukan seorang santri, bahkan pelakunya sejatinya kehilangan identitas mulia sebagai seorang santri sejati.
- Tindakan Zhalim: Mengambil jalan curang saat ujian termasuk perbuatan zhalim sekaligus bentuk membohongi diri sendiri dan orang tua.
Pelaksanaan Ujian MA 2026
Rincian pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Madrasah Aliyah di Al-Furqan Landuri tahun ini adalah sebagai berikut:
- Waktu Pelaksanaan: Terjadwal hingga tanggal 14 April 2026.
- Lokasi Ujian: Sepenuhnya dilaksanakan secara terpusat di kawasan Pondok Pesantren.
- Peserta Ujian: Diikuti oleh 44 santri (19 santri putra dan 25 santri putri).
Semoga seluruh santri senantiasa diberikan kelancaran dalam menjawab soal ujian serta komitmen yang kuat untuk mempertahankan kejujuran.
Reporter: SYB