LANDURI, BURAU – Hari pertama pelaksanaan Ujian Madrasah tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Al-Furqan Landuri resmi dimulai hari ini, Senin (6/4). Ujian ini diikuti oleh 44 santri, yang terdiri dari 19 santri putra dan 25 santri putri.
Pelaksanaan Terpusat dan Terpisah
Pelaksanaan Ujian Madrasah dilakukan menggunakan 3 ruangan yang terpisah untuk menjaga ketertiban, yakni:
- 2 ruangan khusus untuk santri putri.
- 1 ruangan dikhususkan bagi santri putra.

Tampak para santri mengikuti jalannya ujian dengan sangat khidmat. Masing-masing santri fokus menjawab butir-butir soal ujian tanpa meminta bantuan atau berinteraksi dengan teman seruangan.
Pengawasan Ketat dan Komitmen Kejujuran
Suasana hening di dalam ruang ujian bukan saja tercipta berkat arahan tegas dari pihak sekolah agar santri tidak melakukan praktik curang, melainkan juga karena kehadiran pengawas ujian yang tegas dan tidak kenal kompromi.

Hal ini sejalan tegak lurus dengan apa yang ditekankan oleh Sekretaris Yayasan Pesantren Al-Furqan Landuri, Sulaiman Saleh Boni, saat memberikan arahan kepada seluruh peserta ujian:
“Menyontek sangat tidak layak dilakukan seorang santri bahkan sejatinya bukan santri, sebab menyontek itu termasuk perbuatan zhalim sekaligus bentuk membohongi diri sendiri.”
Menurut agenda kalender akademik, rangkaian Ujian Madrasah tahun ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga hari Selasa, 14 April 2026.
Reporter: SYB